Free Mustache Black Glitter - Pointer 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Senin, 21 Januari 2013

Maaf, kita harus terpisah

Untukmu, seseorang yang sempat mengisi hari-hariku.

    Terima kasih, karena kehadiranmu sempat membuat hidupku menjadi lebih indah. Suntikan semangat yang kamu beri telah membuatku bertahan melewati setiap rintangan yang mungkin tak bisa aku hadapi sendiri. Setiap kehadiranmu selalu saja menorehkan warna yang berbeda; warna yang bahkan tak pernah aku temukan sebelumnya.
Dan karena warna itu, aku mampu melukiskan setiap kenangan indahku bersamamu.


Untukmu, seseorang yang selalu membuatku tersenyum.

Terima kasih karena candamu yang telah lama ini bisa membuatku tertawa; bahkan untuk senyummu yang mempesona itu. Dan tahukah kamu, aku tak mampu melukiskan senyummu yang indah itu; walau hanya sebatas lekukan kecil di bibirmu.


Untukmu, seseorang yang terus menghantui ingatanku.

 Bayangmu? Tak pernah berhenti berlalu-lalang di pikiranku. Sebenarnya, bukannya aku tak mampu melupakanmu, hanya saja aku belum mampu. Kau tahu itu, kan?
Yah, semoga saja semua itu benar.
Kau tahu, sebenarnya hanya satu keinginanku; melihatmu bahagia dengan atau tanpa kehadiranku.
Waktu berjalan cepat, semakin membuatku takut akan perpisahan kita; juga bagaimana kalau aku tak bisa menghapus bayangmu di memoriku.
Kenapa? Karena bayangmu terlalu lekat di pikiranku! 


 Untukmu, seseorang yang telah terpilih.

Setidaknya, bukan aku yang memilihmu untuk bertahan di sini, tapi hatiku yang menuntunku ke arahmu. Aku juga tidak meminta kamu memasuki lorong-lorong kehidupanku; hanya saja takdir yang mempertemukan kita di setiap tikungan yang bahkan tak ku percaya bahwa aku ingin melewatinya.
Dan jika sampai saat ini aku masih berada di sini, itu semua bukan aku yang memintanya. Hatikulah yang menuntunku untuk berdiri di sini.
Semuanya terlihat sangat simpel. Aku mengenalmu, lalu mencintaimu. Tak logis memang, tapi jika itu yang terjadi, harus bagaimana lagi?
    

Dan sebenarnya, bukan aku yang meminta waktu untuk memisahkan kita. Takdir yang memintanya. 
 Mungkin benar; di setiap pertemuan kita, di belakangnya akan tetap terselip perpisahan.

Dariku,
 Seseorang yang bahkan tak pernah tahu
apa arti kehadiranmu selama ini. 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar